Saturday 25th of May 2024 08:50:09 PM
Cover Berita

Biologi FMIPA UPR menggelar Workshop “Analisa Bioakustik Satwa Liar” dengan pembicara dari University of Georgia

Prodi Biologi FMIPA UPR mengadakan workshop yang bertajuk “Analisa Bioakustik Satwa Liar” pada hari Minggu, 19 Februari 2023. Kegiatan yang diadakan di Ruang Kuliah Pascasarjana, UPR, menghadirkan Ibu Kristen Smith Morrow, PhD dari University of Georgia, Jurusan Anthropologi dan Konservasi Integratif.

Workshop bioakustik ini dihadiri sebanyak 25 mahasiswa yang mengambil mata kuliah Primatologi, Ekologi Populasi dan Entolomogi serta beberapa dosen yang berfokus pada bidang Zoologi. Workshop terbagi menjadi dua sesi, sesi pertama yaitu pemaparan oleh narasumber beserta tanya jawab, sesi kedua adalah praktik menggunakan aplikasi perekam dan analisis suara seperti dasar-dasar metode Passive Acoustic Monitoring (PAM).

a

Gambar 1. Pemaparan materi dari Ibu Kristen Smith Morrow

Kristen Smith Morrow memaparkan tentang peranan bioakustik dalam penelitian dapat bermanfaat untuk mengetahui persebaran, populasi, karakter suara, identifikasi jenis kelamin, hingga identifikasi spesies dari suara-suara yang dihasilkan. Oleh karena itu, pentingnya bioakustik dikarenakan banyak spesies menghasilkan suara yang khas untuk berkomunikasi dengan individu lain di lingkungannya. Begitu pemaparan dari Kristen Smith yang sedang melakukan penelitian bioakustik primata di Kalimantan Tengah.

Pada praktik menggunakan PAM, aplikasi yang dikenalkan adalah Raven Pro. Peserta diizinkan untuk mendownload langsung secara gratis dan menggunakannya. Harapannya dengan kemudahan ini, mahasiswa dan dosen di biologi UPR dapat menggunakan aplikasinya lebih lanjut terkait penelitian. Peserta juga diberikan akses untuk menganalisis hasil perekaman dari alat perekam suara sehingga dapat mengidentifikasi suara burung, owa Kalimantan, lutung merah (kelasi), serangga hingga suara ranting pohon patah dan bunyi hujan turun.

b

Gambar 2. Salah satu pola suara yang ditemukan yaitu suara Owa Kalimantan yang unik

 

Bioakustik merupakan metode yang digunakan untuk mengidentifikasi fauna di alam dengan cara menganalisis suara. Metode ini baik untuk dilakukan karena dapat menganalisis tanpa menyakiti (in-vasive) dan membiarkan tanpa gangguan. Alat perekam bisa diletakkan di alam dan dekat sumber suara dalam waktu yang lama (kurang lebih 2 minggu) sehingga satwa liar tidak terganggu dengan keberadaan manusia. Bioakustik dapat menjadi suatu alternatif dan peluang bagi pengembangan riset dalam bidang konservasi satwa liar di Indonesia.