Saturday 25th of May 2024 09:11:26 PM
Cover Berita

BOSF menggelar kuliah umum “Orang Utan Goes to School” bekerjasama dengan Biologi FMIPA UPR, BKSDA dan TNBBBR (Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya)

BOSF (Borneo Orang Utan Survival Foundation) mengadakan seminar berjudul “Orang Utan Goes to School” pada hari Selasa, 28 Februari 2023. Kegiatan kuliah umum diadakan di Ruang Kuliah 1, Gedung Merah Putih A, Universitas Palangka Raya. Kegiatan ini menghadirkan beberapa pihak yang berjibaku dengan konservasi satwa liar seperti Bapak Hermansyah (Koordinator Komunikasi), Indrayana dan Melda Monica (Koordinator Komunikasi), dan Ibu Citra Kristiani (Staf Fundraiser) dari BOSF. Selain itu juga hadir pihak dari BKSDA yaitu Pak Nandang Hermawan, dan tim dari Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya yaitu Bapak Aji Badrunsyah dan Ibu Hana. Kuliah Umum ini merupakan kegiatan yang luar biasa memberikan manfaat dan pengetahuan untuk mahasiswa biologi khususnya yang mengambil mata kuliah Primatologi dan Ekologi Populasi dan Perilaku Hewan.

Kuliah Umum Orang Utan ini dihadiri sebanyak 25 mahasiswa angkatan 2020 serta beberapa dosen yang berfokus pada bidang Zoologi. Kami mengapresiasi penuh kedatangan dari tim BOSF, BKSDA dan Tim Taman Nasional ke kampus UPR, terutama menyampaikan materi kuliah tentang Orang Utan kepada mahasiswa Biologi, begitu sambutan yang disampaikan oleh Ibu Dekan FMIPA Siti Sunariyati. Selanjutnya “Kedatangan ini dengan harapan dalam jangka panjang dapat terjalin Kerjasama penelitian dengan pihak-pihak yang berwenang, dalam upaya mewadahi mahasiswa untuk mengembangkan minatnya pada penelitian satwa liar”, begitu ujar Pak Vinsen Willi Wardhana selaku Kaprodi Biologi, dalam kegiatan kuliah umum tersebut.

Pemaparan pertama disampaikan oleh Bapak Nandang Hermawan selaku perwakilan dari BKSDA, dalam pemaparannya ditegaskan mengenai fungsi dari Hutan Konservasi yaitu sebagai 1) Perlindungan Kehati, 2) Pengawetan Kehati dan 3) Pemanfaatan secara lestari. Dipaparkan juga mengenai Satwa liar yaitu satwa yang hidup di darat air dan udara yg masih mempunyai sifat liar dan hidup secara bebas di alam, memiliki perilaku seperti merasa lapar atau keinginan bereproduksi. Selanjutnya sebagai Balai Kopnservasi SDA Alam, juga dijelaskan mengenai upaya konservasi kepada satwa liar yaitu 1. Sosialisasi ke masyarakat sekitar satwa tersebut tinggal, 2. Pembagian atau pemasangan poster, dan Penanggulangan Konflik berdasarkan skala prioritas laporan berdasarkan urgens, diserahkan kepada Wildlife Rescue Center maupun ditranslokasi.

a

Gambar 1. Nandang Hermawan dari BKSDA Kalteng

Pemaparan kedua disampaikan oleh Pak Hermansyah dari BOSF. Pada sesi ini disampaikan mengenai bagaimana Orang Utan direhabilitasi mulai dari pengecekan Kesehatan, vaksinasi agar tidak menularkan penyakit (zoonosis) dari manusia ke orang utan dan sebaliknya. Selanjutnya dalam pemeliharaan Orang Utan di kelompokkan dalam lima kelas tergantung usia. Hingga diajarkan berbagai kondisi untuk bisa bertahan sampai memasuki tahap pelepasliaran. Adapaun tempat lepasliar adalah di Bukit Batikap dan TNBBBR. Pihak BOSF menamakan tahap pra lepas liar dengan istilah . Untuk lulus dari Ou membutuhkan Pulau Universitas yang ada di pulau Kajak.

3 5

Gambar 2. Pemaparan materi dari BOSF dan TNBBBR

Pemaparan ketiga adalah penyampaian potensi riset di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TaNaKaYa) di Katingan, Kalimantan Tengah. TaNaKaYa bekerjasama dengan BOSF dalam upaya pelepasliaran orang utan setelah direhabilitasi. TaNaKaYa mengontrol orang utan yang dilepasliarkan termasuk kemampuan orang utan tersebut untuk bertahan hidup di habitat asli.

Kuliah Umum kemarin memberikan gambaran kepada mahasiswa betapa pentingnya upaya konservasi dalam mendukung pelestarian dari satwa liar. Perlunya kerjasama dalam melestarikan satwa primate tersebut, oleh karena itu pihak berwenang berkolaborasi. Diharapkan mahasiswa dapat memberikan kontribusi juga untuk pelestarian orang utan yang merupakan satwa primate endemic Kalimantan. (Rizka Hasanah)